Tujuh Maafku…
Pernah gak loe buat kesalahan, dan saat loe berusaha menjelaskannya, justru lebih banyak lagi kesalahan yg loe buat? Pada akhirnya loe kehilangan kemampuan untuk menjelaskan apa-apa dan menyerah.
Mungkin itu kali gunanya kata maaf ya? Menjelaskan apa yg gak terjelaskan dari sebuah kesalahan. Memperbaiki keretakan dari perpecahan. Sebuah rangkuman dari ribuan kata penyesalan.
Tapi tidak jarang jg kita mendapat penolakannya dengan kalimat, memangnya hanya dengan maaf semuanya akan selesai??
Apa lagi sebenarnya kita merasa tidak bersalah, padahal itu sudah membuat kawan kita atau sso kehilangan muka dan marah.
Mungkin bagi beberapa orang, ok mungkin bagi gw sendiri, susah sekali untuk mengucapkan kata ini. Apa lagi jika gw gak merasa bersalah, dan gw jg bukan orang yg menggunakannya sebagai kendaraan untuk menghindari konflik. Mungkin karena bagi gw, terlalu sering mengobral kata maaf, membuat gw semakin cepat kehilangannya.
Kedengarannya sombong ya? Bukan hanya loe, gw pun dulu berpikir demikian. Justru karena kalimat itu gw dapat dari sso yg terlalu banyak menyakiti gw, tapi justru permintaan maaf-nya yg paling gw tunggu sampai sekarang.
Tapi benar gak sih satu kata dapat menyelesaikan persoalan?
Katanya kalo benar maaf itu ada, penjara gak akan ada gunanya. Yah gw gak taulah. Dan lagi gw gak ngurus penjara penuh atau kosong, bukan gw penjaganya. Hanya saja yg gw tau, saat sso tidak bisa me-maaf-kan, justru dengan rela hati dia memenjarakan hidupnya.
Mungkin loe gak akan mengerti tulisan ini kawan, tapi itu gak masalah, karena gw terlalu bodoh untuk merangkai kalimat indah penunjuk penyesalan. Yang tersisa hanya satu kata ini saja….
Gw minta maaf…..