Archive forNovember, 2008

cinta bertanya

Apakah yang sempurna itu? Datangnya cinta atau sang pencinta? Atau mungkin cinta itu sendiri?
Apa yang membuatnya sempurna? Apa karena rupa, karena seseorang atau karena cinta itu sendiri?
Jika karena seseorang, apa gunanya cinta? Tapi jika karena cinta, maka cinta mencintai cinta; apa gunanya seseorang?

Sepi? Taukah cinta tentang sepi? Mengertikah cinta tentang kesepian?

Sering kali mereka mengusirku sebelum mengenalku. Apa karena aku tidak mengenal cinta? Atau karena cinta tidak sudi mengenalku?
Mungkin cinta hanya mengenal rupa. Mungkin cinta hanya tahu yang sempurna dari yang tidak sempurna.

Peluklah aku sepi. Temani aku air mata. Sebab cintaku berderai duka, melesak mencari sempurna.

Ah aku ingat sekarang! Bukan karena cinta, bukan juga karena rupa. Tapi karena ada kamu cinta itu sempurna. Bukan karena rupa, tapi karena kamu, cinta menjadi lengkap. Bukan, bukan, bukan karena rupamu yang sempurna, bukan karena tutur cakapmu yang sempurna - itu semua jauh dari sempurna; tapi justru itu yang sempurna untuk dijalani aku, sebagai manusia yang tidak sempurna.

Sempurnakan aku dengan tidak sempurna sayang, maka cintaku menjadi indah untuk dicintai.

Comments (2)